Monday, January 23, 2017

Lesson learned from Memorable Guest.

Again, you have been forgotten for almost two years, blog. Really, really sorry! Maybe later, yeah later once I have more time to update you frequently.

Actually I am back here for a story that is memorable between me and one of my guests, Dr. Gerald Groves. He is a senior citizen from USA. I don't know but I feel touched with his personality. Unfortunately, I do not have his picture with me or his picture himself.

So the story goes, he stayed in Bandung for 2 nights only. When he arrived, there should be someone who picked him up at Bandung Station, but unfortunately he didn't meet someone who supposed to bring him here. He is quite upset (of course! If it happens to me, I will feel the same). And surprisingly, he told me that politely. He is mad, but he still knew how to tell about it properly. In my mind that time, I already thought about what I have to give as a recovery service. Yes, free drop wherever he wanted.

Several times, he reached my counter asking some recommendation of dinner, places of interest and one thing I have no idea that he also asked about private course to learn to sew silk. He actually had some searching before asking me but those places' contact number were unreachable. Then fortunately I found one. He was so happy.

Night before his departure from Bandung, he again reached my counter, settling some additional things he used here. In the meantime preparing his bills, I asked him how his day was, how his trip in Bandung, etc. Then, suddenly there was a lady also reached my counter. I was the only staff that time. This lady was holding his baby and seemed rush. This was where my memorable conversation with Dr. Gerald started.

Dr. Gerald : "You help her first, please. Don't worry about my bill. I can wait."
Kanya : "Alright Doctor. Wait for a moment."
After helping the lady.
K : "Doctor you are so kind."
He was just smiling.
D : "I have been there like the lady back in the past. I know exactly what the lady feels. Then I remember my son."
D : "It is very nice to be back here, after 10 years. This place may have have been renovated. But it is still homey. Today I saw everybody here gathering with family. And your pool is the attractive one for kids. So happy I saw so many happy faces today."
D : "Oh ya, don't forget that tomorrow morning I will be having a drop to Bandung Airport. Please put it on my bill now."
K : "It's okay Doctor, we are still owing you one drop as the compensation we did not pick you up during your arrival to Bandung. So tomorrow's airport transfer for you will be a complimentary drop."
D : "That's very kind. I appreciate it."

Once the bills all settled.
D : "Okay, is this all? Thank you very much."
K : "We are very glad to have you here Doctor. Please visit us soon. See you again."
D : "See you again. Good night,"

_____________

Dr. Gerald Groves is a prove that you'll never too old for doing simple kindness. I hope you're always given a perfect health, Doctor.



Illustration : Pool's crowd during weekend
Credit to Gilang Nalendra
Tuesday, April 14, 2015

Wedding Trip

Satu tahun lebih! Maafkan blog-ku sayang kamu jarang aku tengokin, jarang aku tulisin lagi *ngelap debu*

How are you all, Folks?

Damang?
Alhamdulillah.

Okay, di sela kesibukan dan status baru yang gue sandang *ahiwwwww!*, akhirnya gue nemu juga waktu buat nge-blog lagi. Yes! Ah tapi palingan ntar juga bakal lupa lagi buat nge-blog. Yaudah sik?!
*yeeee malah ber-monolog ria dia hadehhh!*

Alhamdulillah now I am married. Sama orang yang sekitar setahun setengah lebih menemani hari-hariku ini, Meetha Muhammad Iqbal aka Iqbal. Yeahs! Kecepetan? Ah ga juga sih. Udah umur segini nunggu apalagi sih? Ditambah kayanya bokap nyokap udah ngerasa inilah waktunya, ga ada yang perlu ditunggu-tunggu lagi.

So, jadilah awal Februari 2015 kemarin rangkaian acara pernikahan gue dilangsungkan setelah persiapan yang kurang lebih delapan bulan saja. Jujur aja sebenernya gue ga banyak ikut terlibat sama persiapan pernikahan gue itu. Faktor utamanya karena kesibukan gue dan jarak Bandung - Palembang yang ngga deket *pastinya! Pulaunya aja udah beda, gimana sih kamu Nad*

Acara dimulai hari Kamis, 5 Februari 2015 malam bada Maghrib di rumah gue sendiri. Acaranya kalo di adat Minang namanya "Malam Bainai". Acara ini dihadirin oleh ibu-ibu dan temen cewe gue doang paling cowonya cuman bokap dan sodara kandung cowo doang (ladies night gitu deh ceritanya hahahaha). Di acara ini gue make baju namanya Tokah.

Jadi gini, sebenernya secara harfiah bainai tuh maksudnya melekatkan tumbukan halus daun pacar merah yang dalam istilah Sumatera Barat disebut daun inai ke kuku-kuku jari calon pengantin  wanita alias anak daro. Tumbukan halus daun inai ini kalau dibiarkan lekat semalam, akan  meninggalkan bekas warna merah yang cemerlang pada kuku. Emang lazimnya dan seharusnya acara ini dilangsungkan. Di adat Minang menikahkan anak pertama perempuan itu sakral banget. Selain itu acara Malam Bainai ini ya sekalian gue minta izin ke orang tua gue lah secara simbolik.

Setelah minta izin ke orang tua yang ber-setting di kamar gue (yang sekaligus jadi kamar pengantin), gue keluar dari kamar diiringi sama dua temen deket gue yang sebaya, Venny dan Sarah Onci, dipayungin dengan payung kuning sama sodara kandung cowo gue, Abdan (harusnya Alvi tapi Alvi belum bisa pulang waktu itu) dan menapak kain kuning. Filosofinya, sodara kandung cowo itu adalah orang yang akan menjadi mamak dari anak-anak gue dan bertanggung jawab untuk melindungi dan menjaga kehormatan saudara-saudaranya dan kemenakan-kemenakannya yang cewe (jadi emang peranan mamak dalam keluarga Minangkabau itu penting banget).

Abis itu gue duduk di kursi dan Abdan masih mayungin gue. Nah di situ gue dimandiin gitu oleh sesepuh cewe di keluarga gue (termasuk calon mertua gue), ntar gilir-giliran deh dipanggil satu-satu. Jumlahnya harus ganjil maksimal sembilan. Nah dimandiinnya juga simbolik, dipercikin doang. Abis dipercikin dibalutin kain gitu. Yang terakhir gilirannya bokap nyokap gue, abis itu itu nyokap bokap langsung membimbing gue melangkah menuju ke pelaminan di tempat mana acara ba inai akan dilangsungkan (masih menapak kain kuning). Pas gue dah duduk, Abdan yang lipetin kain kuning (melambangkan sodara cowo itu sayang dan perhatian sama gue, sodara cewenya).

Abis itu sama kaya dimandiin tadi, giliran lagi deh masangain inai di kuku tangan gue. Maksimal masih sembilan dan masih dilakuin sama sesepuh di keluarga gue. Jari yang kesepuluh yang masang gue sendiri itu pun pas acara dah selese hahahaha..

Begitulah kira-kira prosesinya. Gue kurang pinter ngejelasinnya. Yang jelas dari semua proses Malam Bainai tersebut, ada filosofinya masing-masing. Dan filosofi tersebut dihubungkan dengan ajaran Islam pastinya. Subhanallah.

Menurut gue pribadi, acara Malam Bainai ini emang bener yang paling sakral. Gile itu mah minta izin ke orang tua secara simbolik itu minta ampun emosionalnya. Sampe ga bisa ngomong gue. Tapi ini mengurangi beban juga jadi pas sungkeman ga se-emosional ini. :)


Ini nih yang ngedampingin gue pas Malam Bainai. 


Abis siraman, masih pake kain lapis.


Dibimbing ke pelaminan sama Ayah Bunda.


Di pelaminan. *credit to Ika*


Taraaaaaa! Inai sudah terpasang ;D



In Memoriam : Om Suardin :(

Trus besoknya, bada Shalat Jumat, 6 Februari 2015 proses akad nikah dimulai bertempat di Masjid Al Aqobah I PUSRI. Ga kaya proses ijab qobul pada umumnya, yang calon mempelai wanita stand-by di sebelah mempelai pria, gue disembunyiin dulu nih sampe 'sah'. Dan lo tau? Itu lebih gugup rasanya men. Selama nunggu itu gue panas dingin ga karuan. Karena apa? Dengan sekali nafas, tanggung jawab bokap berpindah ke suami gue. Acara ijab qobul dimulai setelah khotbah nikah (yang dilakuin sama bokap gue sendiri). Biasanya sebelum ijab qobul ada latian dulu tuh. Ini mah bokap abis khotbah nikah tiba-tiba langsung duduk, jabat tangan suami gue dan langsung ijab! Dan suami gue refleks langsung qobul. Lancar ga ada jeda sedikitpun biarpun bokap tiba-tiba gitu. Sah! Abis itu ade gue yang cewe, Faza sama Nona ade Iqbal, ngejemput gue dan gue duduk sebelah Iqbal. Abis tanda tangan surat dll, sungkeman. Emosional lagi. Bokap nangis banget. Itu yang paling ga kuat. :(


Calon mempelai wanita datang!


Giliran calon mempelai prianya dateng!


Tegang amet Bal?


SAH!

But at least, all emotional-maker things have been done.

Dan terakhir adalah resepsi. Pas resepsi Alhamdulillah ini udah yang paling lega. Di acara resepsi gue pake baju kurung Minang dan suntiang. Biasanya yang tradisional modern lebih memilih pake kebaya tapi dipakein suntiang untuk melambangkan Minang-nya. Cuman nyokap gamau pake kebaya juga karena menurut beliau jadi kurang khas Minang-nya. Dan gue totally agree with Mom! Hahahahaha..

Sebelum acara gue udah diwanti-wanti sama EO, jangan sekali-kali mengeluhkan kalo suntiang yang gue pake itu berat. Dan menurut gue emang suntiang-nya tidak terasa berat sama sekali. Malahan yang gue keluhkan adalah sepatu gue yang haknya 15 cm. Grrrrrr!

Acara resepsi mulai jam 7 di Gedung Serbaguna PUSRI. Perjuangan juga tuh mau ke gedung resepsi karena suntiang yang gue pake ketinggian. Tapi Alhamdulillah akhirnya nyampe juga hahahahaha. Rada gugup di awal acara karena gue ga biasa jadi central of attention. Mana ampir jatoh tjoy pas lagi jalan menuju pelaminan.

Jam setengah 11 acara selesai. Capenya minta ampun tapi tetep seneng karena acara beres dan lancar.


Proud to wear it!


Bridesmaid and Bestman (ngga lengkap :( )


Kelar acara cuss foto di Photobooth


Tamu jauhnya Iqbal : Remond dan Aya


Us and our mothers!

Once again makasih buat teman-teman dan saudara yang udah dateng. Sumpah terharu sekali rasanya. You guys made my day. Dan juga buat vendor yang membantu kelancaran acara ini, terutamanya EO Om Edwin dan Tante Elliza cs :)


Sekian dan terimakasih! (Udah lama ngga nulis tulisan rada ngga asik kayanya ye?)
Monday, January 06, 2014

Nice 2013 is over. Now 2014 is running.

Hallo!
Udah 2014 aja yah, sumpah waktu tuh ga kerasa banget. 2013 was effing nice saking nice-nya ga rela gue tahun itu lewat.

Recalling about my 2013 experience month by month :

January 
- Bulan ini masih bulan orientasi gue di Sheraton Bandung, masih banyak banget hal-hal yang kudu gue pelajarin berhubung system di hotel ini ribet bangetttttttt!!

February
- Gue nyasar di pedalaman Tangerang demi ngehadirin nikahan abangnya Koko alias Wilsen, sahabat gue jaman di Aston Tropicana dulu. Seruuuuuu!
- Ketemu temen baru yang baik banget, namanya Andang. Kenal ga sengaja di Erla's :D

March
- Masa probation gue abis! Jadi permanen di hotel, dapet house bank sendiri, yayyyyyyyyyy!
-Balik kampung ke Palembang, after almost 2 years not coming back!
- Sondre Lerche at Kampoeng Jazz! Wohoooooo!
- Mendadak pesen tiket ke Bangkok *beneran, dadakan, padahal awalnya ga ke kepikiran* buat nonton MU bulan Juli.

April
- Maen iklan sama Andy Cole! Iya iklan ecek-ecek sih tapi judulnya bareng Andy Cole! Hahahahahaha! Lucky random girl at EPL Master 2013 was ME!
- Sering nobar IndoManUtd - United Indonesia Bandung.
- DATAR (Dago dan Sekitarnya) terbentuk.
- Sheraton Day

May
- Being hospitalized karena demam berdarah :(
- Manchester United FC got their 13th English Premier League title! (20 in total, all time).
- Si Azmi Panu nikah!

June
- GathNas IndoManUtd se-Indonesia di Bogor! Next year Surabaya.

July
- MU Asia Tour 2013 di Bangkok. Nice trip!
- Renovasi hotel mulai, pindah ke Tower. Complain bertebaran.
- Fasting month.

August
- Lebaran di Bandung :(
- Balik Palembang lagi seminggu abis lebaran.
- Bang Yudie akad nikah.
- A Anton + Fauzi pindah hotel :(

September
- Get into relationship with workmate. Really a challenge! :D
- Anniversary IndoManUtd Bandung, mini gathering Jakarta, Bekasi, Bogor, Depok, Sukabumi dan Cibubur.

October
- 24th birthday. One of my most favo birthdays ever!
-Ridho's graduation.

November
- Resepsi nikahan Bang Yudie
- Pak Boma (Room Division Manager gue) + Genis' wedding *Royal Wedding-nya Sheraton Bandung :))))))))*
- Masuk rumah sakit untuk kedua kalinya tahun ini, karena penyakit yang sama : demam berdarah!

December
- Kuala Lumpur trip (untuk sekian kalinya sekaligus pertama kali setelah dua tahun wisuda).
- Rodhi + Ima's engagement.
- 'He' gets closer to my mother. Alamat lampu ijo nih!

Apalagi yak? Udah itu aja sik hahaha..

Harapan gue di 2014 ini, hmmmmmm.. NIKAH! :D

Tuesday, September 17, 2013

Sekedar omongan dikit.

Kita sebelumnya tidak pernah merencanakan kita bisa sedekat ini sebelumnya. Bahkan kita tidak pernah menyangka. Hanya berpikiran kita hanya rekan yang mencari sesuap nasi di tempat yang sama.

Tapi yang namanya rasa suka, rasa sayang, rasa cinta itu, memang jatuhnya selalu kurang ajar. Suka muncul tiba-tiba tidak pakai ba-bi-bu lagi. Tidak pakai minta izin lagi, datang saja dengan sendirinya.

Butuh beberapa waktu kita menyadari bahwa kita saling punya rasa-rasa yang berbeda itu.
Untuk berjanji saja kita butuh berpikir dulu, butuh waktu untuk saling mengikat.

Masa lalu yang gelap dan sesat bukan hal yang penting untuk dibahas, ketika perasaan aku dan kamu makin memuncak. Aku sayang kamu.



I will never be your first kiss. I will never be your first love. I am not even your first fight, first teddy bear or first date. I am not in this to be your first anything. I just want to be your last.

-ditulis-dengan-sok-tahu-oleh-Kanya-ketika-in-charge-di-operator-
Sunday, June 02, 2013
Kelihatannya menarik.


Monday, April 29, 2013
Return flight ticket *checked*
Hotel booking *checked*
Singha XI vs Manchester United ticket *checked*

Tinggal minta cuti dan BERANGKAT!
Tuesday, April 16, 2013

Something serious is, serious.

Ada satu hal yang mengganjal di pikiran gue akhir-akhir ini. Dan sebenernya mungkin ngga cuman gue aja. Tapi juga orang-orang yang kira-kira sebaya sama gue (sekali lagi, mungkin).

Ini seharusnya bukan suatu hal yang cocok buat di-share di social media atau di blog. Tapi gue rasa gue perlu memberikan pandangan gue *yang ga penting ini* di sini.

Tahun ini, kalo masih dikasih kesempatan hidup, umur gue udah 24! Udah lampu kuning banget buat gue (dan tentunya nyokap bokap gue). Mereka udah ketar ketir banget nanyain soal pasangan hidup gue. Ditambah gue anak pertama, cewe lagi. Meuni heboh!

Jujur udah beberapa kali nyokap dan bokap berusaha ngenalin gue ke beberapa orang yang menurut mereka menjamin masa depannya. But. hey!
 I am not into something tete benge such as perjodohan like that! Mom? Dad?

Oke, mapan. Oke, dari keluarga baik-baik. Oke, agamanya kuat.
Tapi gue bukan orang yang bisa langsung 'klik' kepada orang yang baru dikenal secara instant (I mean in hidden purpose like my parents do). Gue tipe orang yang percaya, segala sesuatu itu butuh proses. Dan gue sangat menikmati proses. Karena dari situ gue bisa menilai orang ini akan pantas ngga sama gue nantinya.

Bukan berarti gue merasa sok oke juga dipilih sama orang, belum tentu juga sebenernya. Tapi alangkah bahagianya kalo gue nikah sama orang yang emang gue sayang banget, apalagi yang emang 'klik' banget sama gue, nemu banget lah pokoknya *apa sih ini*.

Anyway, temen nyokap yang punya 'ilmu' ngeramalin gue bakal nikah pertengahan 2014 *which is next year!*

Target nikah gue sih, emang sebelum umur 25 *which is, also next year!*. Tapi melihat situasi gue sekarang. Yah biar lambat asal selamat deh. Gue ga mau gegabah, ga mau buru-buru. Gue hanya mau, proses dan kecocokan.
 

Blog Template by YummyLolly.com